Tampilkan postingan dengan label Aceh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aceh. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 Mei 2011

Wujudiyah Hamzah Fansuri dalam Perdebatan Para Sarjana

Tak banyak dari kalangan sarjana sastra di Aceh yang menaruh minat untuk mengkaji karya sastra klasik ulama sufi terkenal Syeihk Hamzah Fansuri (1607). Dalam sejarahnya ia dikenal sebagai tokoh pelopor lahirnya kesusastraan Melayu Indonesia. Para sarjana sastra di Aceh lebih berkutat pada karya-karya sastra modern yang dihasilkan pujangga baru atau sesudahnya. Sehingga banyak karya-karya sastra periode klasik di Aceh, seperti karya-karya Hamzah Fansuri tenggelam dari pemahaman mereka.

Di tengah luputnya perhatian sarjana sastra di Aceh terhadap karya-karya Hamzah Fansuri, dua minggu lalu, saya  dihadiahkan sebuah buku oleh Dr. Syarifuddin, M.Ag, Dosen Fakultas Adab IAIN Ar-Raniry. Judul bukunya: “Wujudiyah Hamzah Fansuri Dalam Perdebatan Para Sarjana; Kajian Hermeneutik atas Karya-Karya Sastra Hamzah Fansuri”. Buku yang diterbitkan oleh penerbit Almahira Jakarta, Maret 2011, adalah tesis dari Dr. Syarifuddin dalam menyelesaikan program S-2  pascasarjana IAIN Ar-Raniry Banda Aceh pada tahun 2000.  Buku setebal 200 halaman ini memang menarik untuk dibaca, terutama dalam memahami sejarah perdebatan tuduhan sesat terhadap penganut ajaran wujudiyah Hamzah Fansuri di Aceh.